Posts Tagged ‘blog’
Mengingat akan ada libur yang lumayan panjang, kali ini aku mencoba untuk kembali online di hadapan layar lebar. Karena terlalu lama tidak mengunjungi forum, aku bahkan sampai lupa dengan password bahkan username beberapa waktu yang lalu. Semoga suatu saat nanti aku akan menemukan banyak waktu luang untuk mengisi blog-ku yang baru saja kuperpanjang masa hosting [...]
Update blog setelah hampir seminggu lebih vakum di dunia blogging. Sebenarnya ini adalah tulisan lama yang sudah tersimpan di kepalaku sebagai draft, paling tidak untuk jaga-jaga bila terjadi vakum mendadak, eh akhirnya malah tidak muncul-muncul gara-gara bingung menentukan pilihan gambar thumbnail yang tepat untuk tulisan lain yang telah kutulis. Selain karena pemilihan gambar, mungkin secara tidak langsung ada beberapa faktor yang membuatku terlena, seperti koneksi baru, kerjaan, dan notebook baru yang diberikan oleh orang-tuaku (Alhamdulillah, sepertinya orang tuaku semakin mendukung hobiku di bidang IT dengan fasilitas-fasilitas yang belakangan ini diberikannya untukku).
Kembali ke topik
Pernah mendengar fitur WordPress yang ada ketika kita mulai menulis post baru? Menurut pengertian dari WordPress sendiri, excerpt merupakan ikhtisar opsional atau deskripsi dari sebuah post.
Fitur excerpt sering terabaikan, hal ini sering terjadi ketika [...]
Ini merupakan posting intermezzo menjelang bulan ramadhan. Yah, sepertinya makin nampak malesnya menulis. Padahal di awal berdirinya blog ini, semangat untuk nge-blog mengalahkan semangatku untuk makan dan minum, bahkan pemakaian bandwith blog ini hampir 50% lebih berasal dariku sendiri sebagai pemilik blog. Jadi teringat masa-masa awal blog-ku yang satunya (yang sudah tidak terurus lagi), aku sempat mempunyai semboyan “A Post A Day” :capedes *cape deh*.
Sebenarnya tulisan ini lebih menekankan pada visual / tampilan sebuah blog, bukan terpaku pada theme semata.
Setiap blog memiliki ciri khas tersendiri menyajikan materi yang dibuat oleh si pemilik blog atau orang-orang yang memang ditugaskan untuk mengisinya. Ada yang menyajikan blog-nya dengan penuh desain grafis dari kreativitas memadukan gambar dan menjadikan blognya tampak “wah”. Tidak jarang ditemui orang-orang yang meminimalisir penggunaan gambar pada theme mereka dengan harapan akan mempercepat waktu load, sehingga pengunjung merasa nyaman mendapatkan informasi atau bahan bacaan dari blog mereka. Bagaimana dengan anda? [...]
Pertama kali upgrade blog ini adalah ke versi 3.0.0, eh, ternyata sebulan blog ini hidup dengan mesin WordPress revisi mayor, sudah keluar versi barunya yaitu WordPress 3.0.1 (Three dot oh dot one). Upgrade WordPress yang pertama dan kedua kulakukan secara manual, karena ada yang bilang “yang manual itu lebih baik” (eh lupa, sebenarnya ada gak sih yang bilang? haha :ngakaks Lupakan, mungkin sama saja manual atau otomatis, tergantung pada selera masing-masing orang). Padahal sudah 11 juta lebih yang download kalau di lihat di sini. Bahkan aku sempat bertanya-tanya tentang update apa yang dilakukan oleh WordPress pada versi terbaru ini di salah satu blog, hingga akhirnya aku mencoba untuk browsing mengenai hal ini.
Untuk cara updatenya silakan ke sini!
Menurut sumber, versi 3.0.1 ini rilis pada tanggal 29 Juli 2010 yang bisa di download di sini. File yang telah direvisi adalah: [...]
Revisions merupakan fitur WordPress yang memudahkan kita untuk melihat kembali revisi-revisi yang telah kita lakukan terhadap suatu tulisan, membandingkan antar revisi atau mengembalikan (restore) ke revisi tulisan yang sebelumnya. Pernah melihat jumlah revisi di tulisan yang kamu buat? Secara default, revisi tulisan dapat kita lihat di bagian paling bawah editor ketika kita melakukan editting terhadap tulisan di tab yang berjudul Revisions (tulisannya akan seperti ini jika bahasa default WordPress kita menggunakan bahasa Inggris). Revisi akan selalu bertambah apabila kita melakukan pembaharuan / update terhadap tulisan dan save draft.
… Kekurangan fitur Revisions bagi orang yang telinganya berdiri ketika dengar sesuatu yang berbau “menghemat” seperti aku [...]


